Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

Ketua HNSI Bangka Barat Angkat Bicara tidak ada lagi aktivitas pertambangan timah ilegal diperairan tembelok dan kranggan Bersikan itu Jelas Zona tangkap Nelayan,

Mentok, Tindakan sigap kepolisian dalam menangani gangguan kamtibmas di wilayah zona tangkap nelayan tembelok, keranggan patut diacungi jempol, Senin (27/4/26).

Kenapa tidak? Tindakan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam merespons cepat laporan masyarakat (cepat tanggap) guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kegiatan yang dipantau sejumlah nelayan yang tergabung kedalam organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka Barat ini turut diapresiasi Prima Augusta selaku Ketua terpilih periode 2025-2030.

Menurutnya, tindakan Polisi dalam membersihkan perairan yang masuk kedalam zona tangkap nelayan tersebut sudah sangat tepat dalam mengatasi permasalahan, keresahan berbagai kalangan.

"Sangat tepat, alasannya begini. Zona itu sudah masuk pada musim para nelayan setempat dan juga lainnya menebar peralatan tangkap mereka, zona itu terkenal dengan ikan-ikan bawalnya yang mempunyai nilai jual tinggi," cibirnya.

Dirinya juga tak menyangkal, saat dilontarkan pertanyaan dari awak media. Bagaimana nasib para penambang yang sudah terlanjur termakan janji-janji manis oknum-oknum pemegang otoritas.

"Nah, ini yang sulitnya. Namun kita juga harus memikirkan nasib para penambang yang sudah terlanjur terbuai, untuk itu saya berharap kepada pemegang otoritas dan APH dapat mempertimbangkan nasib mereka," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang perwakilan penambang yang hadir menyaksikan kegiatan penertiban menguraikan nasibnya yang sudah terlanjur terlena.

"Gadai rumah bang (wartwan_red), banyangkan seberani itu kami mengambil langkah datang kesini, semuanya karena janji-janji mereka (pemegang otoritas_red). Lalu bagaimana nasib kami kedepan," urainya dengan memasang mimik muka yang penuh harapan agar kegiatan dapat berlangsung kembali.

Lain tempat, AR menambahkan sebuah perihal yang mengejutkan bagi sejumlah awak media yang hadir, dirinya jelas menentang kegiatan berlangsung pada malam hari yang syarat dengan resiko.

"Biasanya, kami dapat arahkan untuk bekerja malam hari kalo ada Rajia polisi kayak gini, lah takut kamu kerja malam hari. Tidak sesuai dengan resikonya bang," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan ke ruang publik, redaksi masih berupaya menghubungi sejumlah pihak termasuk Kepolisian Resort Bangka Barat hingga para pemegang otoritas penambang.

Note : Jika ada pihak-pihak yang kurang berkenan dalam pemberitaan ini, redaksi mempersilahkan melayangkan hak jawab ataupun dapat menghubungi kontak redaksi di nomer WhatsApp 082164320665.

Istilah Pemegang otoritas dapat diartikan sebagai sebutan untuk para perwakilan penambang yang dihimpun redaksi dari berbagai  informasi di lapangan.

( Prima Augasta Ketua HNSI Bangka Barat)
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak