Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

Pengurus Tantang Aparat: "Ayo Tangkap Kami!" – Tambang Ilegal Kian Merajalela di Perairan Bangka Barat

 
MENTOK, BANGKA BARAT – Aktivitas pertambangan timah ilegal berskala besar kembali meresahkan perairan Kabupaten Bangka Barat. Bahkan, para pelaku terkesan menantang hukum secara terang-terangan, dengan pengurusnya berani menyatakan: “Ayo tangkap kami, kalau berani!”
 
Meski telah berulang kali ditertibkan aparat penegak hukum, kegiatan penambangan tanpa izin menggunakan ponton selam dan ponton user-user justru makin menjamur. Wilayah operasinya kini meluas hingga mencakup Keranggan, Tembelok, Teluk Inggris, dan Tanah Merah, Kecamatan Mentok.
 
Pantauan lapangan menunjukkan puluhan unit ponton beroperasi secara terbuka, mengabaikan status perlindungan kawasan serta risiko kerusakan lingkungan yang parah. Situasi ini memicu keraguan publik terhadap efektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.
 
Nelayan Kesal: Pelaku Tak Punya Rasa Takut
 
Maraknya aktivitas liar ini menuai reaksi keras dari masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut. Seorang nelayan setempat menyampaikan kekecewaannya kepada redaksi media ini
 
“Kami memohon perhatian serius Bapak Kapolda Bangka Belitung dan Kapolres Bangka Barat. Tolong tertibkan sampai tuntas. Sudah sering dirazia, ada yang ditangkap, ada yang disita alatnya, tapi beberapa hari kemudian ponton-ponton baru sudah beroperasi lagi. Mereka tidak merasa takut sedikit pun,” tegasnya, Senin (8/6/2026).
 
Menurutnya, kandungan bijih timah yang melimpah di perairan Tembelok dan sekitarnya menjadi daya tarik utama. “Keuntungannya sangat besar, itulah sebabnya mereka tidak kapok meski berkali-kali ditindak,” tambahnya.
 
Lingkaran Setan: Pola Kucing-Kucingan dan Jaringan Penampung
 
Praktik ini terbentuk menjadi lingkaran setan yang sulit diputus. Pola “kucing-kucingan” antara penambang dan petugas diduga menjadi penyebab utama kelanggengan aktivitas ilegal tersebut. Begitu beredar kabar akan ada operasi, lokasi penambangan mendadak kosong seketika.
 
Lebih mendasar lagi, adanya jaringan kolektor yang siap menampung dan memasarkan hasil tambang ilegal menjadi bahan bakar utama yang membuat rantai kejahatan ini terus berputar.
 
Kini, harapan masyarakat dan nelayan tertuju pada Polda Bangka Belitung dan Polres Bangka Barat. Mereka mendesak tindakan nyata yang bukan sekadar seremonial, melainkan penegakan hukum tegas yang mampu memberikan efek jera hingga ke akar jaringan pelaku.


Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak