JAKARTA,17,Juli 2026 – Sejarah baru kembali ditorehkan Kota Beribu Senyum Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Walikota Pangkalpinang, Prof. Dr. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D, secara resmi dikukuhkan sebagai salah satu dari 25 Walikota terpilih se-Indonesia yang mengikuti Upacara Pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan III Tahun 2026 di Gedung Lemhanas RI, Jakarta, Selasa pagi (17/7/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Pangkalpinang ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri RI menaruh kepercayaan besar kepada kepemimpinan di Bumi Serumpun Sebalai Kota Beribu Senyum. Dari 514 kepala daerah kota/kabupaten di Indonesia, hanya 25 nama yang dipanggil langsung oleh Kemendagri. Dan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hanya Prof. Saparudin* yang mendapat amanah tersebut.
Program strategis ini adalah hasil kolaborasi tiga lembaga besar bangsa: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dan Purnomo Yusgiantoro Center. Upacara pembukaan dipimpin oleh Pimpinan Lemhanas RI dan dihadiri jajaran eselon I Kemendagri serta para Dewan Guru Besar.
Bukan Kursus Biasa: Ini Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa
KPPD Angkatan III bukan sekadar diklat. Ini adalah proses "pemurnian" visi, wawasan, dan daya juang para pemimpin daerah. Selama *15 hari penuh, mulai 15 Juli hingga 29 Juli 2026, para Walikota akan "digembleng" di lingkungan Lemhanas RI.
Mengapa hanya 25 orang? Karena yang dicari adalah pemimpin yang tidak hanya mampu menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga punya wawasan kebangsaan, daya geostrategis, dan keberanian mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat dan negara.
“Pemerintah melihat Bapak Walikota sebagai sosok yang memiliki kedalaman akademik, pengalaman birokrasi, dan komitmen kebangsaan. Karena itu Bapak diminta langsung oleh Kemendagri untuk hadir di sini,” ujar salah satu pejabat tinggi Kemendagri kepada Prof. Saparudin.
Kurikulum Sedalam-dalamnya: Menyiapkan Pangkalpinang Menghadapi 20 Tahun ke Depan
Materi KPPD dirancang sangat komprehensif dan strategis. Ini bukan tentang administrasi biasa. Ini tentang "nasib bangsa" yang dimulai dari kota.
Berikut 5 Pilar Utama yang akan didalami Prof. Saparudin:
1.Penguatan Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Di tengah gempuran informasi dan ancaman disintegrasi, Walikota harus menjadi benteng pertama Pancasila di daerah. Bagaimana menanamkan nilai kebangsaan dari tingkat RT hingga kampus.
2.Geopolitik, Geostrategi Indonesia dan Peran Kota
Memahami bagaimana perang dagang, krisis energi, dan perubahan iklim global akan berdampak ke Pangkalpinang. Merumuskan strategi agar kota tidak menjadi penonton, tapi jadi pemain.
3.Ketahanan Nasional: Energi, Pangan, Ekonomi, dan Sosial Budaya
Dengan pengayaan khusus dari *Purnomo Yusgiantoro Center, peserta dibekali ilmu tentang transisi energi, hilirisasi SDA, dan ketahanan pangan. Ini sangat relevan untuk Babel sebagai daerah penghasil timah dan pariwisata.
4.Inovasi Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik Digital
Belajar dari kota-kota terbaik dunia. Bagaimana membuat birokrasi yang cepat, bersih, dan melayani. Bagaimana APBD dikelola untuk hasil yang maksimal dan terukur.
5.Kepemimpinan Transformasional dan Manajemen Krisis
Melatih mental baja pemimpin. Ketika ada bencana, konflik sosial, atau krisis ekonomi, Walikota harus hadir sebagai komando yang menenangkan dan memberi solusi.
Suara Prof. Saparudin: "Ilmu Ini Saya Bawa Pulang untuk Rakyat Pangkalpinang"
Usai upacara, Prof. Dr. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D menyampaikan rasa syukur dan tanggung jawab besar.
"Alhamdulillah, ini amanah. Saya tidak datang ke sini untuk saya pribadi. Saya datang untuk 220 ribu warga Kota Pangkalpinang. Semua ilmu, semua jejaring, semua pemikiran strategis di Lemhanas ini, insyaAllah akan saya bawa pulang. Kita ingin Pangkalpinang menjadi kota yang tangguh menghadapi tantangan, kota yang cerdas, kota yang warganya sejahtera dan bermartabat."
Sebagai seorang Guru Besar dan akademisi, beliau melihat KPPD ini sebagai jembatan emas antara dunia akademik, kebijakan nasional, dan kebutuhan riil di daerah.
"Pangkalpinang adalah wajahnya Bangka Belitung. Kita harus memastikan kota kita siap menyambut investasi, siap menjaga lingkungan, siap menciptakan lapangan kerja, dan tetap menjaga jati diri kita sebagai orang Babel. Melalui KPPD ini saya ingin belajar sedalam-dalamnya agar kebijakan kita ke depan tidak setengah-setengah.
Dukungan Penuh Masyarakat Babel dan KAMAKSI
Kabar terpilihnya Prof. Saparudin ini disambut haru oleh masyarakat Babel di seluruh Indonesia.KAMAKSI Keluarga Mahasiswa & Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung Indonesia menyatakan dukungan penuh.
"Kami bangga. Ini bukti anak Babel bisa bicara di tingkat nasional. Kami doakan Pak Walikota lancar mengikuti pendidikan, sehat selalu, dan pulang dengan membawa program-program besar untuk Pangkalpinang dan Babel," ujar perwakilan KAMAKSI.
Dukungan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Prof. Saparudin tidak berjalan sendiri. Ada harapan besar dari mahasiswa, pelajar, dan seluruh masyarakat Babel agar hasil dari KPPD ini benar-benar dirasakan dampaknya.
Penutupan dan Harapan Besar pada 29 Juli 2026
Kursus ini akan ditutup pada *29 Juli 2026. Di akhir masa pendidikan, setiap Walikota wajib mempresentasikan "Konsepsi Strategis Pembangunan Daerah" di hadapan Dewan Guru Besar Lemhanas.
Presentasi ini nantinya akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan kewilayahan.
Dengan bekal dari Lemhanas RI, Kemendagri, dan Purnomo Yusgiantoro Center, diharapkan kepemimpinan Prof. Dr. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D. akan semakin kokoh.
Tujuannya satu: Mewujudkan Pangkalpinang sebagai Kota Jasa, Perdagangan, Pendidikan, dan Pariwisata yang Berketahanan, Berkelanjutan, dan Berkeadilan untuk Indonesia Emas 2045.
"Berjuang Tanpa Batas, Kemenangan Tiada Akhir" Allahu Akbar.
AR
Tags:
Berita



