PANGKALPINANG – Kasus dugaan penjarahan aset smelter Pangkalpinang semakin terungkap detailnya. Kini teridentifikasi pihak yang diduga menampung hasil jarahan tersebut, yaitu dikenal dengan nama Pakde Petox. Aktivitas penerimaan barang curian ini diduga dibantu langsung oleh istrinya serta anak buahnya.Senin 13/7/2026
Berdasarkan data yang diperoleh awak media, setidaknya tiga unit truk tercatat mengantar muatan besi hasil penjarahan ke lokasi penampungan tersebut. Dua di antaranya teridentifikasi memiliki nomor polisi: BN 8821 WL (truk berwarna biru) dan R 8579 CM (truk berwarna kuning). Satu unit lagi juga menggunakan nomor polisi BN 8821 WL dengan jenis kendaraan berbeda, diduga truk berwarna kuning.
Sebelumnya, peristiwa penjarahan ini terungkap terjadi pada Kamis, 4 Juli 2026. Aktivitas pengambilan besi dan peralatan vital dalam skala besar ini diduga melibatkan kelompok berinisial YP dan Dada, serta oknum yang mengaku sebagai anggota aparat di wilayah Bangka Belitung.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan, sejumlah besar material besi dari dalam gudang hingga area operasional diangkut secara bergelombang, lalu disalurkan ke penampungan yang dikelola Pakde Petox.
"Terlihat jelas rombongan YP bergerak di lokasi. Bahkan ada pihak yang mengaku sebagai oknum anggota turut serta dalam proses pengambilan hingga pengangkutan barang tersebut," ungkap sumber itu kepada awak media.
Kecurigaan semakin menguat bahwa ini bukan sekadar tindakan iseng, melainkan aksi terorganisir yang direncanakan matang. Pasalnya, jumlah barang yang diambil mencapai tonase besar, diangkut berulang kali menggunakan kendaraan berat jenis truk tronton maupun truk bak terbuka, dan sudah memiliki jalur penampungan yang jelas serta terstruktur hingga melibatkan keluarga.
Tak hanya besi dalam jumlah banyak, pelaku juga diduga membawa pergi peralatan operasional vital—termasuk unit generator besar yang menjadi sumber tenaga listrik kawasan smelter. Hilangnya aset ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mematikan peluang pemulihan fungsi maupun pengelolaan aset yang seharusnya menjadi kekayaan daerah.
Fakta dugaan keterlibatan pihak yang seharusnya menjaga keamanan, serta adanya jaringan penampungan yang melibatkan keluarga justru menjadi sorotan paling tajam. Masyarakat menuntut jawaban tegas:
- Apakah oknum yang disebut benar terlibat?
- Apakah bertindak atas perintah dinas atau kepentingan pribadi?
- Apakah ada perlindungan khusus yang membuat penjarahan ini berjalan lancar tanpa hambatan?
- Dan kapan aparat akan menindak tegas penampungan yang sudah teridentifikasi nama dan kendaraannya ini?
Upaya Konfirmasi & Keterbukaan Informasi
Perlu diketahui, pemberitaan ini didasarkan pada laporan lapangan, kesaksian sumber, serta data identitas dan nomor kendaraan yang diperoleh. Awak media belum memastikan kebenaran mutlak seluruh detail dan hingga kini belum menerima tanggapan resmi dari pihak terkait.
Guna memenuhi prinsip jurnalistik akuntabel, awak media terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada:
✅ Pihak Pakde Petox selaku penampung besi buruk
✅ Pengelola aset smelter
✅ Pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum dan data kendaraan bermuatan
✅ Dinas Perindustrian serta instansi pengelola aset daerah
Ruang Hak Jawab & Koreksi:
Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang namanya disebut, merasa dirugikan, atau memiliki fakta berbeda untuk menyampaikan klarifikasi melalui saluran resmi redaksi. Perkembangan selanjutnya akan segera dilaporkan setelah data terverifikasi lengkap.
Redaksi
Tags:
Berita



