PANGKALPINANG – Kepedihan mendalam masih menyelimuti sepasang suami istri warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Sejak rumah mereka ludes dilalap api pada 26 Mei 2026, hingga kini berbulan-bulan berlalu belum ada tanda-tanda perhatian maupun bantuan nyata dari pemerintah baik tingkat kelurahan, kecamatan, maupun Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Kedua pasangan ini kini terpaksa menempati sisa reruntuhan bangunan yang hangus, tanpa perlindungan yang layak dari panas maupun hujan, seraya berharap kepekaan pihak berwenang segera menyentuh nasib mereka.
Saat awak media menjumpainya di lokasi, Mal Wani yang kerap disapa Kamal, pemilik rumah yang terbakar, menceritakan betapa berat perjuangannya sejak musibah itu menimpa.
"Sudah berbulan-bulan berlalu sejak rumah kami hangus terbakar. Sampai hari ini belum ada sepeser pun bantuan yang kami terima, baik dari pemerintah kota maupun dari pihak kecamatan," ujar Kamal dengan nada lirih dan wajah tampak lelah menahan beban.
Ia juga menceritakan pernah berusaha melapor dan memohon bantuan ke kantor kelurahan setempat. Namun alih-alih mendapatkan tanggapan cepat atau pertolongan awal, pihak kelurahan justru memintanya menyusun dan mengajukan proposal permohonan perbaikan rumah.
Sebagai warga yang tergolong kurang mampu, Kamal dan istrinya mengaku tak memiliki kemampuan, waktu, maupun biaya untuk menyusun dokumen administrasi seperti itu. Musibah kebakaran telah menghabiskan seluruh harta benda mereka, sehingga menyusun proposal terasa seperti beban yang mustahil untuk dipenuhi.
"Kami ini orang sederhana, tidak mengerti cara membuat surat atau proposal yang rumit seperti itu. Yang kami harapkan hanya perhatian, karena kami benar-benar tak punya apa-apa lagi setelah kejadian itu," ungkapnya pilu.
Kini, sisa puing-puing bangunan bekas kebakaran menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi mereka berdua. Tanpa atap yang utuh, tanpa dinding yang layak, mereka bertahan hidup dengan segala keterbatasan dan risiko gangguan kesehatan maupun keamanan.
Mereka berharap Dinas Sosial Kota Pangkalpinang beserta jajaran pemerintah daerah segera turun langsung ke lokasi, melihat kondisi nyata di lapangan, dan memberikan bantuan yang layak—baik berupa material bangunan, bantuan dana, maupun tempat hunian sementara—agar mereka tak lagi harus bertahan di tengah reruntuhan yang berbahaya.
"Kami tidak meminta kemewahan, hanya ingin punya tempat tinggal yang aman dan layak untuk tidur, makan, dan berlindung dari cuaca. Tolong perhatikan nasib kami," harap Kamal.
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, maupun Dinas Sosial Kota Pangkalpinang. Redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, mendorong agar prosedur penanganan pascabencana segera dijalankan, dan memastikan hak perlindungan sosial bagi warga yang tertimpa musibah ini segera terpenuhi.
Ruang Hak Jawab & Koreksi:
Sesuai prinsip jurnalistik berimbang, redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak instansi terkait maupun pihak lain yang memiliki keterangan, data, atau penjelasan tambahan untuk disampaikan melalui saluran resmi redaksi.
Redaksi
Tags:
Berita



