KEBAKARAN DI DEPAN SPBU KEJORA: ASAP TEBAL, SIRINE MERAUNG, WARGA CEMAS



BANGKA BELITUNG– Suasana siang yang tenang di kawasan Jalan Koba Km 1, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, tiba-tiba pecah pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi ke langit, disertai raungan sirine mobil pemadam kebakaran yang terdengar kencang, menandakan adanya insiden kebakaran yang serius.
 
Pantauan awak media di lokasi kejadian memperlihatkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air telah diparkir di tengah badan jalan, tepat di depan SPBU Kejora. Lebih dari 15 petugas Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang, yang mengenakan seragam khas mereka, tampak berjibaku tanpa henti untuk memadamkan api yang berkobar. Upaya keras mereka menjadi sorotan, mengingat lokasi kebakaran yang sangat krusial.
 
Dampak dari kobaran api tidak hanya terasa di titik kejadian utama. Satu mobil yang terparkir di seberang jalan pun tak luput dari pengaruh panas yang ekstrem. Bagian depan kendaraan tersebut terlihat mengalami kerusakan, dengan komponen plastik pada area bumper dan lampu yang tampak sedikit meleleh. Hal ini diduga akibat paparan suhu tinggi yang dihasilkan saat kebakaran berlangsung, menunjukkan betapa dahsyatnya panas yang dilepaskan api.
 
Selain asap yang terus-menerus mengepul dan menyelimuti area tersebut, bau menyengat hasil pembakaran tercium sangat kuat di sekitar lokasi. Aroma yang menusuk hidung ini membuat sebagian warga yang berada di sekitar terpaksa menutup hidung dengan kain atau masker seadanya, meskipun mereka hanya menyaksikan proses pemadaman dari jarak yang cukup jauh.
 
Ketegangan semakin terasa ketika sejumlah masyarakat mulai berkerumun di tepi jalan. Wajah-wajah cemas terlihat jelas di antara mereka, seiring dengan kekhawatiran yang terus membayangi. Kekhawatiran warga semakin memuncak lantaran lokasi kebakaran berada persis di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24331115. Lokasi ini dinilai memiliki potensi bahaya yang jauh lebih besar jika api tidak segera dapat dikendalikan, mengingat adanya tangki-tangki bahan bakar yang mudah meledak di sekitarnya.
 
Merespons situasi yang kritis ini, petugas kepolisian lalu lintas segera turun ke lokasi. Mereka bertugas untuk mengamankan area kejadian serta mengatur arus lalu lintas yang melintas di jalur utama Pangkalpinang-Koba. Akibat adanya insiden ini, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat mengalami perlambatan yang cukup signifikan. Banyak pengendara yang secara otomatis mengurangi kecepatan saat melewati lokasi kejadian, baik karena rasa ingin tahu maupun kewaspadaan terhadap situasi yang masih berlangsung.
 
Hingga saat ini, upaya pemadaman api masih terus dilakukan oleh petugas, sementara masyarakat tetap berharap agar situasi segera terkendali dan tidak menimbulkan korban atau kerugian yang lebih besar lagi.
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama