Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

MISTERI GUDANG TERTUTUP DI BELULUK! DIDUGA JADI PUSAT PENGELOLAAN PASIR TIMAH ILEGAL, MILIK PENGUSAHA BANGKA BARAT, PARIT 3



 
BANGKA TENGAH – Sebuah gudang besar yang senantiasa tertutup rapat dan penuh misteri di Jalan Soekarno Hatta, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, kini menjadi sorotan tajam dan bahan pembicaraan hangat warga. Di balik pagar tinggi dan pintu yang jarang terbuka lebar, gudang tersebut diduga kuat dijadikan lokasi pengolahan dan pengelolaan pasir timah secara ilegal. Lokasi ini sangat strategis dan justru berjarak sangat dekat, hanya sekitar 100 meter dari sebuah pameran atau showroom mobil, sehingga aktivitas di dalamnya berlangsung tersembunyi namun tetap berada di pinggir jalan raya utama.
 
Berdasarkan hasil penelusuran mendalam dan informasi yang dihimpun awak media dari berbagai sumber terpercaya, gudang yang sudah berdiri cukup lama ini disebut-sebut merupakan aset milik seorang pengusaha yang berasal dari wilayah Bangka Barat, tepatnya berinisial P3 atau dikenal dengan sebutan Pait 3 dari Jebus. Nama pemilik yang bukan warga setempat ini semakin menebalkan misteri, mengapa ada gudang luas yang dikelola pihak luar namun kerap terlihat aktif meski tertutup rapat.
 
Kecurigaan masyarakat semakin kuat bukan tanpa alasan. Pantauan di lapangan mencatat pola aktivitas yang mencurigakan terjadi berulang kali. Gudang yang seolah kosong dan sepi itu ternyata sering kali menjadi pusat lalu lalang kendaraan.
 
"Gudang itu sudah lama ada. Tapi yang aneh, sering sekali ada mobil masuk ke dalam, dan tak lama kemudian keluar lagi. Gerbangnya ditutup rapat setiap kali beraktivitas," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (23/5/2026).
 
Menurut keterangan sumber tersebut, jenis kendaraan yang kerap hilir mudik ke lokasi adalah mobil penumpang jenis Toyota Innova dan kendaraan niaga atau pick-up berwarna putih. Kendaraan-kendaraan ini diduga berfungsi mengangkut bahan baku masuk, atau membawa hasil olahan pasir timah keluar menuju tempat penimbunan atau pembeli. Adanya pola pengawalan atau penggunaan kendaraan pribadi di samping angkutan barang, semakin menguatkan dugaan bahwa kegiatan ini dikelola secara profesional namun diam-diam untuk menghindari pantauan.
 
Fakta bahwa lokasi ini berada di jalur utama Jalan Raya Lobak – Beluluk, dan hanya berjarak sepelemparan batu dari tempat usaha jual beli mobil, membuat aktivitas ilegal ini dinilai sangat berani dan nekat. Masyarakat mempertanyakan, bagaimana mungkin kegiatan yang diduga melanggar hukum ini bisa berlangsung lama di lokasi terbuka namun tertutup pagar, tanpa pernah tersentuh pemeriksaan dari pihak berwenang.
 
Kini, publik bersatu suara dan mendesak jajaran aparat penegak hukum (APH) serta Satgas Pemberantasan Tambang Ilegal tingkat Kabupaten maupun Provinsi untuk segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan mendadak ke lokasi gudang misterius tersebut.
 
Masyarakat sudah tak sabar lagi memendam kecurigaan dan ingin kejelasan status gudang tersebut. Jika terbukti di dalamnya berlangsung aktivitas pengolahan pasir timah tanpa memiliki izin resmi sesuai ketentuan Undang-Undang Minerba, maka publik menuntut penindakan tegas dan pembongkaran total.
 
"Jangan sampai masih ada bisnis liar yang beroperasi diam-diam, mengeruk kekayaan alam daerah ini, sementara negara tidak mendapatkan apa-apa. Kalau memang sah dan berizin, mengapa harus tertutup rapat dan penuh kerahasiaan seperti ini? Satgas harus periksa, bongkar apa yang ada di balik pagar itu," tegas perwakilan warga setempat.
 
Hingga berita ini diturunkan, tim awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait, guna menelusuri kebenaran informasi serta legalitas usaha gudang di Jalan Soekarno Hatta Beluluk tersebut.
 
Redaksi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak pemilik gudang maupun pihak terkait untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi, agar informasi yang disajikan ke publik nantinya berimbang, objektif, dan sesuai fakta yang sebenarnya.
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak