Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

BAHAYA MENGANCAM! Alat Berat 'Mini' Jarah Timah di Pendindang Pangkalan Baru, Aparat Diminta Hentikan Sebelum Banjir Menerjang


 

PENDINDANG, PANGKALAN BARU – Aktivitas pertambangan ilegal kembali merajalela. Kali ini, sebuah tambang darat di wilayah Pedindang, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, beroperasi tak jauh dari pemukiman warga, menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak lingkungan, khususnya ancaman banjir.
 
Pada Minggu, 6 April 2026, kamera ponsel awak media berhasil merekam operasi tambang ilegal ini. Terlihat jelas sebuah alat berat jenis ekskavator mini dikerahkan untuk mengeruk material, menandakan skala aktivitas yang terorganisir.
 
Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan
 
Beberapa unit tambang darat di lokasi ini diketahui telah beroperasi sejak lama. Area rawa-rawa (disebut juga "lelap" oleh warga setempat) diduga kuat mengandung konsentrasi pasir timah yang tinggi. Ironisnya, lokasi penambangan ini berdekatan dengan aliran air, sehingga aktivitas pengerukan dan perluasan kolong dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan alur air dan memperparah risiko banjir di pemukiman warga.
 
Keberadaan sebuah pondok dan mobil pick-up di lokasi mengindikasikan bahwa aktivitas penambangan tersebut masih berlangsung aktif dan terstruktur.
 
Modus Operandi: Ekskavator Mini untuk Hindari Petugas
 
Informasi terpisah menyebutkan bahwa penggunaan ekskavator mini di lokasi ini bukan tanpa alasan. Alat berat berukuran kecil dipilih karena kondisi lokasi yang tidak begitu dalam dan dianggap lebih mudah disembunyikan dari pantauan petugas. Modus ini diduga sebagai upaya untuk menghindari penertiban dan penegakan hukum.
 
Hingga berita ini diterbitkan, tim media belum berhasil mendapatkan informasi resmi mengenai identitas pemilik tambang ilegal tersebut. Namun, upaya investigasi akan terus dilakukan untuk menelusuri pemilik alat berat dan penanggung jawab aktivitas tambang guna mendapatkan konfirmasi dan pertanggungjawaban.
 
Desakan Penindakan: APH Diminta Bertindak Cepat
 
Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum (APH) segera bertindak tegas dan proaktif menindaklanjuti aktivitas ilegal ini. Desakan ini muncul mengingat potensi kerugian besar yang bisa ditimbulkan, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan warga, jika penambangan ilegal tersebut terus dibiarkan.
 
APH diminta untuk segera menghentikan aktivitas ilegal ini sebelum dampak lingkungan dan sosialnya semakin parah dan menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Penindakan yang cepat dan efektif sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin keamanan masyarakat.
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak