BANGKA BARAT – Keberanian pelaku tambang ilegal di perairan Keranggan Temblok dan Teluk Inggris, Kabupaten Bangka Barat, kini sudah di ambang batas penentangan terhadap hukum. Meski sejumlah unit ponton selam sebelumnya sudah diamankan oleh tim Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat, aktivitas penambangan justru berlanjut dan kian berani. Bahkan, para pelaku dianggap secara terang-terangan menantang aparat penegak hukum dengan sengaja beroperasi di malam hari, seolah yakin tidak akan disentuh hukum.
Fakta ini terungkap di lapangan pada Minggu (11/5/2026), di mana aktivitas pengerukan timah di laut itu berlangsung marak saat suasana gelap, mulai larut malam hingga pulang menjelang pagi. Modus ini dipilih karena dianggap lebih aman dari pengawasan, sekaligus menjadi bentuk ejekan nyata bahwa mereka merasa bisa mengakali dan mengelabuhi petugas kepolisian.
🚨 ADA DALANG & JAMINAN AMAN: PENAMBANG BEKERJA ATAS PERINTAH
Yang paling memiriskan sekaligus mengundang kecurigaan publik, adalah munculnya informasi kuat bahwa para penambang tidak bergerak sendiri. Mereka bekerja atas perintah pihak lain, lengkap dengan iming-iming jaminan keamanan. Para pelaku diberi kepastian bahwa aktivitas mereka aman, ada yang bertanggung jawab, dan tidak akan ditangkap meski beroperasi di kawasan terlarang.
“Kegiatan ini sungguh keterlaluan. Petugas Polres sudah bekerja, tapi justru dikelabuhi. Mereka bekerja saat semua orang tidur, pulang saat pagi menjelang. Ada rasa percaya diri berlebihan yang tidak wajar, seolah tahu pasti bahwa petugas tidak akan turun atau tidak berani menangkap,” ungkap sumber di lapangan.
Fakta ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada kekuatan di balik layar yang melindungi, memberikan arahan, sekaligus menjamin keamanan operasi ilegal tersebut. Tidak mungkin para penambang biasa berani menantang hukum dan aparat jika tidak ada perintah serta jaminan dari pihak yang lebih kuat.
📢 PUBLIK TOLAK PENAMBANG JADI TUMBAL: DALANG DAN PEMBEKING HARUS DITANGKAP
Kondisi ini memicu kemarahan dan sorotan tajam dari masyarakat luas. Publik mempertanyakan: Mengapa aktivitas ini masih terus berjalan meski sudah ada tindakan pengamanan sebelumnya? Mengapa pelaku semakin berani dan terang-terangan melawan aturan?
Masyarakat pun sepakat menegaskan, bahwa menindak para penambang di lapangan saja tidak akan menyelesaikan masalah. Justru yang paling krusial dan harus segera ditangkap adalah pihak yang menyuruh, pihak yang memberi perintah, serta para pembeking yang bersembunyi di balik layar namun menikmati keuntungan besar dari hasil ilegal tersebut.
“Tak mungkin penambang berani bekerja kalau tidak ada yang menyuruh. Jangan sampai hanya penambang kecil yang dijadikan tumbal, sementara orang-orang di atas yang memberi perintah dan mengambil untung besar tetap bebas berkeliling,” tegas warga yang mendesak penegakan hukum adil.
Publik kini menatap penuh harap kepada jajaran Polres Bangka Barat untuk tidak berhenti hanya di permukaan. Masyarakat mendesak agar penyelidikan diusut tuntas hingga ke akar masalah: siapa dalangnya, siapa yang menyuruh, dan siapa yang menjamin keamanan mereka.
Siapa pun orangnya, berapa pun tingkatan jabatannya, publik menuntut agar segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. Hukum harus berlaku setara. Keberanian menambang ilegal sambil menantang petugas adalah bukti nyata adanya pelindung, dan pelindung itulah yang menjadi kunci berhentinya kerusakan laut dan pelanggaran hukum di Bangka Barat.
Publik menunggu langkah nyata dan hasil konkret dari kepolisian. Jangan biarkan hukum dikalahkan oleh keberanian pelaku yang merasa memiliki kekuatan di atas aturan negara.
Tags:
Berita



