BANGKA TENGAH – Keberadaan lokasi tambang jenis sebu yang beroperasi secara ilegal di kawasan Jalan Taib Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, kembali menjadi sorotan tajam. Aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) ini diduga kuat dimiliki oleh pihak yang dikenal dengan sebutan Bos Sacong alias Martin, dan diduga kuat mendapat perlindungan atau ada campur tangan oknum anggota berinisial WW.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya pada Minggu, 12 April 2026, dipastikan bahwa kegiatan penambangan di lokasi tersebut berjalan tanpa memiliki izin resmi yang sah dari instansi berwenang. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, mengapa aktivitas yang jelas-jelas melanggar hukum ini bisa tetap berjalan, ditambah lagi dengan indikasi keterlibatan oknum yang seharusnya menjaga ketertiban.
Aktivitas Libur Minggu, Alat Masih Tertinggal
Saat tim media melakukan pengecekan langsung ke lokasi, terlihat bahwa aktivitas penambangan sedang tidak beroperasi. Hal ini wajar karena bertepatan dengan hari libur. Namun, keberadaan alat-alat berat dan peralatan tambang yang masih tertinggal di lokasi menjadi bukti nyata bahwa kegiatan tersebut masih aktif berjalan.
Sumber mengungkapkan, pola operasi mereka biasanya berjalan normal pada hari kerja (Senin-Sabtu), sementara pada hari Minggu lokasi didiamkan. Keberadaan alat yang masih terpasang menegaskan bahwa lokasi ini masih aktif dan siap beroperasi kembali keesokan harinya.
Sorotan Keterlibatan Oknum
Yang menjadi perhatian mendalam adalah dugaan kuat adanya keterlibatan oknum anggota berinisial WW di balik layar operasional tambang ilegal ini. Keberadaan oknum yang diduga bermain dalam bisnis ilegal ini tentu sangat mencoreng nama baik institusi tempatnya bernaung.
Padahal, praktik tambang ilegal jelas dilarang dan bertentangan dengan aturan hukum serta kode etik profesi bagi aparat. Jika oknum justru terlibat atau membiarkan, maka ini menjadi pekerjaan rumah (PR) berat bagi pimpinan dan petinggi institusi terkait untuk segera melakukan evaluasi serta tindakan tegas.
Desakan Tindakan Tegas
Masyarakat dan publik menuntut agar dugaan keterlibatan oknum ini segera diusut tuntas. Pihak kepemimpinan diharapkan tidak menutup mata dan bersikap tegas, serta segera mengambil langkah hukum jika terbukti ada oknum yang bermain di balik tambang ilegal tersebut demi menjaga kepercayaan publik dan integritas institusi.
(Redaksi)
Tags:
Berita



