LONGSOR DI TAMBANG TIMAH PEMALI, BANGKA: 7 PEKERJA TERJEBAK, 3 SUDAH DITEMUKAN, 4 BELUM DITEMUKAN BERSAMA 1 UNIT EKSKAVATOR

Foto ilutrasi

Bangka-Senin (2/2/2026), sebuah peristiwa tragis mengguncang kawasan tambang timah di Tanah Pondi, Kecamatan Pemali, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Kejadian longsor telah menelan korban sebanyak 7 pekerja dan menimbun 1 unit alat berat jenis ekskavator.
 
Sebagaimana informasi yang diterima, aktivitas tambang tersebut menggunakan mesin dompong dan berada dalam kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berada di wilayah pengelolaan PT Timah di Bangka. Meskipun demikian, hingga saat ini awak media belum dapat memastikan secara resmi siapa pemilik langsung dari tambang yang menjadi lokasi kejadian tersebut. 

Tim awak media akan terus berupaya menggali informasi lebih lanjut terkait identitas pemilik tambang yang telah merenggut nyawa beberapa pekerja.
 
Dari hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), serta relawan sukarelawan, hingga saat ini telah ditemukan sebanyak 3 korban pekerja. Sedangkan 4 pekerja lainnya masih dalam tahap pencarian intensif oleh tim gabungan. Selain itu, 1 unit ekskavator yang sedang beroperasi pada saat kejadian juga masih tertimbun material longsor dan belum dapat dikeluarkan.
 
"3 sudah ditemukan dan 4 korban masih dalam tahap pencarian, 1 unit PC (ekskavator) masih tertimbun," ujar sumber yang tidak dapat diidentifikasi secara pasti saat ini.
 
Tim gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang, dengan memperhatikan kondisi medan yang cukup sulit akibat hasil longsor yang menyebar luas di lokasi kejadian.

 Cuaca yang sedang mendukung juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban yang masih hilang. 

Pihak berwenang juga akan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab terjadinya longsor tersebut, termasuk memeriksa apakah terdapat kelalaian dalam pengelolaan keamanan dan keselamatan kerja di tambang tersebut.
 
 

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama