Lubuk Besar, Bangka Tengah – Razia penertiban tambang rakitan yang dilakukan oleh Tim Satgas Halilintar di kawasan Sarang Ikan, Kabupaten Lubuk Besar, Provinsi Bangka Tengah, pada hari Selasa (6 Januari 2026) mengakibatkan situasi yang tidak diinginkan, yaitu terjadinya bentrok antara aparat dengan ratusan bahkan ribuan warga serta para penambang yang ada di lokasi tersebut.
Razia yang bertujuan untuk menertibkan aktivitas tambang yang tidak memiliki izin resmi tersebut dimulai pada pagi hari, ketika Tim Satgas Halilintar tiba di lokasi Sarang Ikan dengan membawa peralatan untuk melakukan penertiban. Namun, kedatangan satgas langsung menimbulkan reaksi yang kuat dari warga sekitar dan para penambang yang merasa bahwa aktivitas mereka merupakan sumber mata pencaharian utama keluarga mereka.
Menurut keterangan dari salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya, kemarahan warga tidak muncul secara tiba-tiba.
"Pemicu utama yang membuat kami harus bersikap tegas dan meminta satgas untuk mundur adalah karena ada tindakan perusakan tempat tinggal (kem) para penambang serta upaya untuk mengamankan mesin dan alat tambang yang menjadi harta milik warga dan penambang," ujar sumber tersebut.
Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, diperkirakan ada sekitar ribuan warga dan penambang yang berkumpul di lokasi untuk menolak razia. Situasi kemudian menjadi semakin tegang dan berkembang menjadi bentrok fisik serta saling bersitegang antara kedua pihak. Beberapa fasilitas dan kem milik penambang mengalami kerusakan, sementara satgas juga berusaha untuk menjaga ketertiban dan melaksanakan tugas yang diberikan.
"Massa yang mencapai ribuan orang membuat situasi menjadi sulit dikendalikan. Ada bentrok dan saling bersitegang yang cukup intens. Banyak kem penambang yang rusak, dan ketika alat tambang akan diambil oleh satgas, warga pun semakin ramai dan meminta satgas untuk mundur dari lokasi," tambah sumber warga tersebut.
Beruntungnya, berdasarkan laporan awal yang diterima, tidak ada korban jiwa dari kedua belah pihak baik dari kalangan warga penambang maupun dari anggota Tim Satgas Halilintar. Meskipun demikian, tidak ditemukan mengalami luka-luka ringan akibat bentrok yang terjadi.
Peristiwa bentrok ini telah memicu berbagai polemik di kalangan masyarakat dan di ruang publik. Banyak pihak yang menyatakan rasa kesal dan kecewa karena terjadinya bentrok antara aparat negara dengan masyarakatnya. Sebagian besar pendapat menyatakan bahwa bentrok semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi jika ada komunikasi yang baik dan pendekatan yang lebih bijak dari kedua pihak sebelum tindakan razia dilakukan.


